Kecelakaan Air France 447


Dunia masih mengingat tragedi kecelakaan Air France 447 yang jatuh di Samudera Atlantik, 1 Juni 2009 lalu. Sebanyak 216 penumpang dan 12 awak pesawat tewas seketika.

Penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan masih terus dilakukan, temuan terbaru dari kotak hitam diketahui, di saat penuh kepanikan dan kacau sebelum pesawat nahas itu menghantam samudera, kapten pilot pesawat yang sedang beristirahat sesuai jadwal, butuh waktu lebih dari semenit untuk kembali ke kokpit, meski dua kopilotnya -- David Robert (37) dan Pierre-Cedric Bonin (32)-- terus mengirimkan panggilan darurat.

Meski tak pernah terungkap apa yang membuat Kapten Marc Dubois, nama pilot itu, terlambat datang, namun seorang sumber mengatakan kepada ABC News, pilot veteran berusia 58 tahun tersebut kala itu sepesawat dengan, pramugari Air France, Veronique Gaignard yang saat itu sedang tak bertugas. Mereka diduga sepasang kekasih.

Namun, Jean-Paul Troadec, direktur lembaga yang menginvestigasi kecelakaan pesawat itu (BEA) mengatakan, Gaignard tidak termasuk bagian yang diinvestigasi. Sebab, mereka tidak tertarik pada kehidupan pribadi pilot. Troadec menambahkan, tak terlintas dalam pikirannya, dugaan hubungan dekat pilot Dubois dengan Gaignard dalam pesawat itu punya peran dalam kecelakaan.

Saat celaka, Air France 447 sedang melakukan perjalanan lintas malam dari Rio de Janiero ke Paris, pada 31 Mei 2009. Dini hari berikutnya, burung besi itu dinyatakan hilang kontak.

Rekaman kotak hitam yang diangkat dari lokasi kecelakaan dua tahun setelahnya, tepatnya pada April 2011 menunjukkan, Kapten Dubois meninggalkan kokpit untuk istirahat, tidur empat jam sesuai yang dijadwalkan. Di waktu yang sama, pesawat terjebak dalam badai dahsyat, yang dihindari semua penerbangan.

Di tengah badai itu, peralatan yang berfungsi untuk memberi tahu kecepatan pesawat rusak, diduga akibat kristal es. Saat itu sistem otomatis mati, kontrol dilakukan secara manual. Bergantung pada pilot.

Menurut kotak hitam, kopilot Cedric Bonin yang baru berusia 32 tahun dan pengalamannya tak sampai 5.000 jam terbang, saat itu memegang kontrol. Ia belum punya pengalaman menghadapi situasi seperti itu. Akibatnya, Bonin diduga membuat kesalahan fatal yang menyebabkan pesawat celaka.

Kotak hitam merekam suara kopilot yang panik bertanya, di mana kapten berada. Ia meminta tolong beberapa kali sebelum Dubois kembali ke kokpit.

Saat masuk ke kokpit, Dubois menjumpai situasi kritis. "Apa yang terjadi," kata Dubois dalam rekaman kotak hitam.

"Aku tak tahu apa yang terjadi," kata salah satu kopilot.

"Ini masalah, aku tak mendapatkan petunjuk apapun di layar," timpal Dubois.

Mereka diketahui tak pernah bisa mengontrol pesawat. Dalam kepanikan itu, kopilot Cedric Bonin menduga ada kesalahan dalam instrumen. Ia sangat panik, dan lalu yang terdengar sebuah pernyataan, "apa sekarang kita turun?"

Hanya dalam beberapa detik, pesawat jatuh dengan kecepatan 120 mil per jam, di tengah kegelapan. Pertama bagian perut yang menghantam samudera. "Nampaknya pilot tidak mengerti situasi," kata Troadec.

Sementara, tak semua penumpang sadar keributan yang terjadi di kokpit. Bonin hanya minta pramugari meminta penumpang mengencangkan sabuk pengaman, bersiap untuk kemungkinan "turbulensi". Laporan ini menyoroti fakta bahwa penumpang tidak pernah mendapat peringatan tentang seberapa serius situasi yang saat itu menjadi.

BEA akan merilis laporan akhir atas penyelidikan kecelakaan pada 5 Juli 2012. Air France menolak permintaan ABC News untuk wawancara, dengan alasan menunggu rilis resmi dari badan investigasi Prancis. (Daily Mail | umi)


Post a Comment

Berilah Penghargaan dengan memberikan Komentar kepada blog ini, Serta kalau bisa sertakan alamat blog anda biar kita bisa saling Bersilaturahmi :)

Thank you a lot

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...